Archive for the '.: Artikel' Category

Dengkur Seorang Istri

February 28, 2008

Oleh : Prie GS – Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA
Seorang suami marah demi mendapati istrinya punya kebiasaan tidur mendengkur. “Wanita kok mendengkur,” katanya. Ia merasa berhak marah, karena dengkur bukanlah kebiasaan yang boleh dilakukan oleh para istri dan perempuan pada umumnya. Di mata suami seperti ini, istri adalah pihak yang harus selalu jelita, tidak [...]

Lidah Simon Cowell

February 28, 2008

Oleh : Prie GS – Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA
Dari kaget lama-lama menjadi takjub, itulah perasaan saya setiap melihat Simon Cowell bicara. Dunia tahu siapa orang ini, terutama penonton American Idol. Ia adalah salah seorang juri yang paling dibenci peserta karena kata-katanya. Jika rem, mulut Simon adalah rem blong. Ia akan menyambar apa saja [...]

Kita Adalah Orang-orang Yang Menunggu

February 28, 2008

Oleh : Prie GS – Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA
 
Setiap kali saya merasa aneh setiap melihat tukang tambal ban. Keanehan terjadi ini membuat saya tidak tahan dan terpaksa jadi tulisan. Amatilah, jika sedang tidak ada kerjaan, tukang tambal ban ini pasti memandang kejauhan, kadang kosong dan menerawang. Ada berjubel imajinasi di kepalanya, tapi hampir [...]

Ular Phyton Kekenyangan

February 28, 2008

 Oleh : Prie GS  Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA
Ular phyton yang dipotret oleh wartawan Reuter ini menakjubkan saya. Detail ceritanya tak perlu saya anggap penting tetapi soal-soal berikut inilah yang menyita perhatian saya. Pertama adalah panjang ular yang cuma 6 meter, tetapi sanggup menelan biri-biri bunting seberat 90 kilogram. Untuk ukurannya, ular ini bisa jadi [...]

Tengkorak Di Spion Mobil

February 28, 2008

Umumnya, di spion mobil, tepat di atas kemudi, biasa digantungkan simbol-simbol keagamaan sesuai dengan agama pemiliknya. Saya pun hampir tergoda untuk memasangnya, sesuai dengan agama yang saya anut. Tetapi demi melihat banyaknya orang korupsi, begitu banyak orang gagal berdisiplin di jalan raya, begitu banyak orang buang sampah sembarangan, niat itu saya terpaksa batalkan.

Saya kok [...]

Tentang Tiga Perjalanan

February 28, 2008

Oleh : Prie GS – Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA
Dua kali acara TV itu terlihat, dua kali saya mendapat nasihat. Ia tentang seorang pesohor muda yang melengkapi rumahnya dengan fasilitas untuk berkumpul banyak orang. Ketika tamu di rumahnya itu sebagian besar adalah anak-anak inilah kurang-lebih pernyataannya: ”Perjalanan yang paling mulia adalah perjalanan ke [...]

Ayam Jagoku

February 28, 2008

Oleh : Prie GS – Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA
Di rumahku ada warga baru, ayam jago Bangkok, pemberian seorang teman. Sebuah pemberian yang kami sambut gembira dan bingung sekaligus. Gembira, karena ia bukan jenis ayam murahan. Saya jelas bukan pejabat yang butuh disetori muka, disetori upeti dan budaya ambil hati. Maka jika pemberian [...]

Burungku Bisu Sekali

February 28, 2008

Oleh : Prie GS – Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA
Sepasang burung kecil yang kubeli karena bujukan pedagangnya ini menyadarkan satu soal lagi kepadaku bahwa jangan-jangan selama ini kita salah paham terhadap kicauan burung piaraan. Jangan-jangan yang kita katakan berkicau itu adalah sebuah omelan. Jangan-jangan yang kita sangka nyanyian itu adalah sumpah serapah.

Sepasang burung kecil ini [...]

Keponakan Dari Desa

February 28, 2008

Oleh : Prie GS
Suatu kali keponakan saya datang dari desa dengan motor dan tas penuh meninggi di punggungnya, isinya adalah hasil kebun kakak saya: buah petai! Buah yang baunya jauh lebih menggemparkan dibanding rasanya. Jumlahnya membuat saya terpana dan karena banyaknya saya berencana membagi-bagikan juga ke tetangga. Ada banyak alasan, pertama menyenangkan tetangga adalah [...]

Bunga-bunga Di Rumahku

February 28, 2008

Oleh : Prie GS – Budayawan dan penulis SKETSA INDONESIA
Mau tapi tak mampu itulah keadaanku atas bunga-bunga di rumahku.  Kusangka, jika sudah  kusiram, setiap tanaman akan tumbuh sempurna  dengan  sendirinya. Dugaanku ternyata keliru. Ada jenis tanaman yang sampai lelah aku menyirami, bentuknya senantiasa seperti pihak yang merana. Karena jengkel, aku mendatangi pakar bunga di [...]